UNSUR FORUM KOMUNIKASI PIMPINAN DAERAH TANAH LAUT BERSAMA SAMA LAKSANAKAN SHOLAT IDUL ADHA 1441 H DI MASJID DESA LIANGANGGANG

BATI-BATI Jum’at 31 Juli 2020, Bertepatan pada 10 Zulhijah 1441 H/2020 M, Masjid Darul Mahabbah Desa Lianganggang Kec. Bati-bati kedatangan Bupati Tanah Laut beserta Rombongan untuk melaksanakan Sholat Idul Adha.

Bupati Tala H. Sukamta berkenan melaksanakan Sholat Idul Adha di Masjid Desa Lianganggang bersama unsur FOKOPIMDA TALA tentunya sekaligus untuk menjalin dan mempererat hubungan silaturahmi dan ukhuwah islamiah, bersama warga, terlebih dengan tibanya Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1441 H/2020 M.

Tampak dalam Rombongan FORKOPIMDA TALA selain Bupati Dr. H. Sukamta M.Ap. juga hadir Setda Bpk Drs. H. Dahnial Kifli M. Ap, Dandim 1009/Plh Letkol Inf Adi Yoga Susetyo S.H.,M.A, Kapolres yang diwakili Kabag Ren Polres Tala Kompol Saipul Bahri, Ketua Pengadilan Agama Bpk. H. Muhamad Rusdi Ilmi, yang kedatangannya disambut oleh Camat Bati-bati Bpk. Aan Nurhuda S. Sos, Danramil 1009-03, Kapolsek Bati-bati diwakili Iptu Basori, Kades Lianganggang Bpk. Sukiman JS serta Para tokoh agama dan masyarakat Desa Lianganggang lebih kurang 700 orang.

Pelaksanaan Sholat Idul Adha ditahun ini tentu hal yang berbeda dari tahun sebelumnya, dikarenakan peringatan Idul Adha saat ini dalam suasana Siaga Pandemi Virus Corona yang melandan negara hingga ke daerah maupun pelosok desa.

Dalam menghadapi situasi Pandemi ini, Panitia Masjid dibantu oleh anggota Koramil 1009-03 dan Polsek Bati-bati juga telah mensiagakan Tim kesehatan guna pengawasan serta pelaksanaan Protokol Kesehatan kepada semua Jemaah yang akan melaksanakan kegiatan peribadatan di Masjid, dengan memberlakukan chek poin suhu tubuh, cuci tangan serta himbauan untuk semua jemaah agar tetap memakai masker, menjaga jarak, membawa sajadah masing-masing serta tidak perlu lakukan bersalaman maupun berpelukan.

Kegiatan Sholat Idul Adha 1441 H di masjid “Darul Mahabbah” desa Lianganggang dipimpin oleh Imam Ust. Yusuf Mahkamal, sedangkan yang bertindak sebagi Khatib Drs. H. Haderani Sumi dan sebagai Bilal adalah Ust. Bahrani.

Beberapa poin Khutbah yang disampaikan oleh Khotib saat itu antara lain :

1. Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Allohu Akbar Allohu Akbar wa lillahilhamdHadirin jamaah Idul Adha yang dirahmati Allah SWT.

2. Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadhirat Allah SWT, Shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW, kepada Keluarganya, para sahabatnya dan pengikut semuanya hingga akhir zaman. Berbahagia sekali hari ini kita bersama-sama sekeluarga dapat merayakan Iduladha tahun 1441 H ini.

3. Walaupun saat ini wabah Coronavirus (Covid-19) masih menghantui kita, tetapi hal itu tidak mengurangi rasa syukur kita kepada Allah subhaanahu wa ta’aalaa atas segala limpahan rahmat-Nya kepada kita. Untuk menghormati dan mencontoh ketaatan nabi Ibrahim, kita diperintahkan untuk melaksanakan qurban dengan binatang ternak yang baik dan besar. Dan tradisi tersebut sampai hari ini dilaksanakan oleh segenap kaum muslimin seluruh dunia, sebagai suatu simbol ketaatan dan keikhlasan kepada Allah Tuhan semesta alam.

4. Ketaatan keikhlasan dan pengorbanan harus menjadi bagian dari kehidupan kaum Muslimin. Dalam keadaan situasi darurat wabah seperti sekarang ini dimana banyak orang yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Maka kita harus terpanggil membantu dengan harta kita yang kita cintai sebagian kecil atau sebagian besar untuk dipakai membantu mengurangi kesengsaraan mereka. “Tidak beriman seseorang jika dirinya kenyang sedangkan tetangganya kelaparan”.

5. Oleh karena itu, PP Muhammadiyah melalui surat edaran no 06 tahun 2020, menganjurkan seluruh warganya untuk menggunakan uang pembelian hewan korban disumbangkan untuk menanggulangi dampak negatif dari wabah pandemi Covid-19 yang luar biasa ini.

6. Bagi sebagian besar manusia menganggap bahwa harta yang dimilikinya itu akan mengekalkan kehidupan di dunia, mereka enggan untuk berinfak. Padahal harta, menurut pandangan agama hanya perhiasan kehidupan dunia yang sifatnya sementara.

7. Hidup adalah satu perjuangan dan setiap perjuangan memerlukan pengorbanan. Tidak akan ada pengorbanan tanpa kesusahan. Justru kesediaan seseorang untuk melakukan pengorbanan termasuk uang dan harta benda, tenaga dan waktu, akan benar-benar menguji keimanan seseorang.

Peristiwa berkorban Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail merupakan satu kejadian yang dapat direnungi oleh semua manusia dari semua level usia dan latar belakang tingkat pendidikan, dengan kata lain, semangat berkorban adalah tuntutan paling besar yang ada dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun, agama bangsa dan negara.

Usai pelaksanaan Sholat Idul Adha, Drs. H. Sukamta langsung menyerahan hewan korban secara simbolis  kepada Kades Lianganggang yang selanjutnya diserahkan kepada panitia korban masjid Darul Mahabbah.

La in syakartum la aziidannakum”, sungguh jika engkau bersyukur, niscaya akan Aku tambah nikmat-Ku kepadamu. SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1441 H, TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM, MOHON MAAF LAHIR BATIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *