PROFIL SATUAN

SEJARAH SATUAN KODIM 1009/PLH

 BAB I

PENDAHULUAN

1.    Umum.

a.   Dalam rangka mempertahankan dan melindungi negara kesatuan Republik Indonesia dari ancaman dan rongrongan yang timbul baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri, maka suatu wilayah diperlukan adanya suatu kemampuan yang dapat menghadapi ancaman dan rongrongan tersebut. Kemampuan tersebut adalah suatu kekuatan militer yang dapat serta mampu untuk mengamankan hasil perjuangan para pendahulu/pahlawan, mempertahankan kemerdekaan dalam rangka mencapai cita-cita Nasional.

b.   Tentara Nasional Indonesia sebagai alat pertahanan Negara dengan tugas pokok menegakkan kedaulatan Negara,mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila,Undang-Undang Dasar 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara.

Agar pelaksanaan tugas pokok tersebut dapat terus berjalan dengan lancar, perlu adanya pembinaan dibeberapa system,salah satu diantaranya adalah Pembinaan Teritorial, yang mana pembinaan ini harus dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan agar tugas pokok satuan territorial dapat berjalan.

 

BAB II

SEJARAH SATUAN

2.   Umum.

a.    Kebutuhan akan terwujudnya suatu kekuatan militer di Wilayah Kalimantan, mendesak untuk dibentuk Komando yang berfungsi sebagai satuan tempur yang mampu melakukan upaya pembinaan teritorial yang luas jangkauannya serta mampu menghadapi berbagai ancaman yang timbul di daerahnya.

b.    Kebutuhan ini muncul sebagai dampak dari mencuatnya konsepsi strategi perang wilayah atau perang rakyat semesta yang dianggap kompeten dalam menghadapi kekuatan kelompok anti pemerintah/separatis yang ada di berbagai wilayah termasuk Kalimantan.

3.   Latar belakang.

a.   Guna mewujudkan pandangan strategis tersebut tanggal 25 Nopember 1957 dibentuk Komando Tentara dan Teritorium (TT) VI/Tanjungpura yang memiliki 3 wilayah termasuk di dalamnya wilayah Kalsel, namun seiring dengan perkembangan situasi sehinggga tanggal 19 Juli 1958 terjadi reorganisasi dan TT VI/Tanjungpura dilebur menjadi 3 Kodam yaitu Kodam IX/Kaltim, Kodam X/Kalsel, Kodam XI/Kalteng dan Kodam XII/Kalbar.

b.   Seiring dengan perjalanan waktu terjadi perubahan-perubahan dan pada tanggal 1 Desember 1959 Kodam X/Kalsel, berganti nama dengan Kodam X/Lambung Mangkurat yang merupakan kesinambungan dari sub Teritorium Kalimantan Selatan-Tengah yang mempunyai jangkauan penugasan seluruh Kalsel. Pada saat itu satuan teritorial mulai dibentuk dengan lebih tertata dimana KMKB Banjarmasin dirombak menjadi Korem dan organisasi Kodim juga mulai disempurnakan dengan tugas pokok antar lain sebagai alat komunikasi atau penghubung serta pengamanan antara pemerintah daerah.

BAB III

PERKEMBANGAN

4.    Umum.           Dalam kurun waktu kurang lebih 10 tahun kemudian berdasarkan pertimbangan ancaman oleh Komando atas  memandang perlu adanya peningkatan organisasi dalam tubuh Angkatan Darat baik secara taktis maupun strategis dalam keteritorialan terutama wilayah Tanah Laut yang memang karena secara Georafis letak posisi pantai/laut Jawa yang sangat rawan terhadap kemungkinan pendaratan unsur yang bertentangan pemerintah saat itu, maka dengan pertimbangan tersebut terbitlah surat Keputusan Pangdam X/Lambung Mangkurat Nomor : SKEP 050-2/V/1971 tanggal 24 Mei 1971 sebagai realisasi pembentukan Kodim 1009/Pelaihari dengan tugas pokok sebagai pembina Teritorial yang diberi wewenang Komando.

5.   Sejarah dari masa-kemasa.         Dengan dikeluarkannya Skep Pangdam X/Lambung Mangkurat tersebut, maka sejak tanggal 24 Mei 1971 diresmikan berdirinya Komando Distrik Militer 1009/Plh yang meliputi wilayah kekuasaan Kab. Tanah Laut dan berkedudukan Makodim di Pelaihari yang membawai 6 Koramil & 3 Pos Koramil dgn tersusun sebagi berikut : Koramil 01/Jorong, Koramil 02/Pelaihari, Koramil 03/Bati-bati, Koramil 04/Takisung, Koramil 05/Kurau, Koramil 06/Kintap, PosRamil 01/Batuampar, PosRamil 02 Penyipatan, dan PosRamil 03/Tambangulang,

Sejak terbentuk dan berdirinya telah mengalami pergantian pimpinan sebagai Komandan Kodim 1009/Plh adapun saat berdirinya Satuan Kodim 1009/Plh Pimpinan pertama adalah Letkol Inf Ahmad Said Modzakir selanjutnya hari ulang tahun Kodim 1009/Plh ditetapkan dan diperingati setiap tanggal 24 Mei hingga saat ini.