Kodim 1009/Pelaihari Gelar Pembinaan Komunikasi Sosial Cegah Radikalisme/Separatisme tahun 2019 untuk Wilayah Kabupaten Tanah Laut

Pada hari Jum’at tgl 27 September 2019, Pukul 08 00 Wita, telah dilaksanakan Penyelenggaraan Pembinaan Komunikasi Sosial Cegah Radikalisme/Separatisme Di WilayahKodim 1009/Plh TA. 2019 dengan tema “Melalui Kegiatan Komsos Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme, Kita Perkokoh Mentalitas dan Pemahaman Ideologi Pancasila Guna Mencegah Ancaman Bahaya  Radikalisme/Sparatisme Dalam Rangka Mewujudkan Alat Juang Pertahanan Yang Tangguh” yang dilaksanakan di Aula Saptamarga Kipan C Yonif 623/BWU, Jln. A. Yani, Kel. Angsau, Kec. Pelaihari, Kab. Tanah Laut – Kalsel. Adapun yang dapat dilaporkan sbb :

Hadir dalam acara :

1. Kpt Inf Supriyanto, Pasi Intel Kodim 1009/Plh

2. Kpt Inf Tarya, Pasi Ter Kodim 1009/Plh

3. Bpk Nyoman Yudi, S.Pd, Guru SMKN 2 Pelaihari

4. Babinsa dan para peserta yang hadir sekitar 100 orang

Para Peserta Binkomsos :

1. Anggota FKPPI

2. Mahasiswa/i Poltek Negeri Tala

3. Pelajar SMKN 1 Pelaihari

4. Pelajar SMKN 2 Pelaihari

5. Pelajar SMAN 1 Pelaihari

6. Saka Wira Kartika Kodim 1009/Plh

7. Perwakilan Babinsa

Selanjutnya acara dimulai dengan penyampaian materi-materi :

Materi cegah tangkal Radikalisme/Sparatisme oleh Kpt Inf Supriyanto, yang intinya antara lain :

1. Satuan teritorial berbeda dengan satuan tempur. Satuan teritorial mempersiapkan potensi kemampuan pertahanan negara guna mencegah dan menghadapi ancaman serta gangguan yang merongrong kedaulatan NKRI.

2. Dalam pelaksanaan  tugasnya satuan teritorial dalam menghadapi tantangan tersebut salah satunya menerapkan 5 kemampuan teritorial yaitu : temu cepat lapor cepat, managemen teritorial, penguasaan wilayah, kemampuan perlawan rakyat dan komunikasi sosial.

3. Salah satu ancaman terhadap persatuan bangsa adalah bahaya radikalisme yang mempunyai ciri – ciri :

– Intoleran

– Fanatik

– Eksklusif

– Anarkis

4. Ciri – ciri kelompok radikal tersebut akan menerapkan pemahaman Kelompoknya terhadap pihak – pihak lain yang tidak sepaham dengan kelompoknya dengan tindakan arogansi.

5. Proses pentahapan radikalisasi adalah sbb :

– Pra radikalisme adalah situasi sebelum terlaksananya kegiatan radikalisme.

– Identifikasi adalah mengidentifikasi orang – orang/kelompok yang bisa di rangkul atau di galang.

– Indoktrinisasi adalah memasukan paham doktrin kelompok.

– Jihadis adalah aksi / waktu pelaksanaan sesuai dengan tujuan dari doktrin yang diberikan.

6. Separatisme adalah kelompok bersenjata yang selalu menggangu keamanan dan kedaulatan negara yang tidak mengakui pemerintah yang sah dengan tujuan akhir memisahkan diri dari NKRI, sebagai contoh saat ini yang terjadi di Papua.

Materi wawasan kebangsaan oleh Kpt Inf Tarya :

1. Bela negara diatur dalam undang – undang yaitu :

– UUD 1945 pasal 27 ayat 3

– UU No. 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia pasal 68

– UU no. 3 tahun 2002 pasal 9 : Setiap warga negara ikut serta dalam upaya bela negara yang di wujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara.

2. Untuk mewujudkan bela negara harus menanamkan dalam diri :

– Cinta tanah air

– Kesadaran berbangsa dan bernegara

– Yakin pada pancasila sebagai ideologi negara

– Rela berkorban untuk bangsa dan negara

3. Pembinaan Kesadaran Bela Negara bertujuan untuk membentuk warga negara yang berkarakter dan memiliki moral bela negara sehingga dapat mengimplementasikan nilai – nilai bela negara sebagai landasan sikap dan perilaku dalam kehidupan nyata sesuaiperan, tugas dan profesi warga negara masing – masing.

Pukul 11 00 Wita, acara selesai dengan tertib dan aman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *